Sindrom iritasi usus besar, atau yang lebih populer dengan istilah aslinya, irritable bowel syndrome, merupakan gangguan pada daerah usus besar yang menyebabkan sembelit pada sebagian orang, atau diare pada sebagian lainnya. Meskipun tidak menyebabkan kerusakan serius pada usus, sindrom iritasi usus besar dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang ekstrem pada penderitanya, dengan gejala-gejala seperti perut kembung, buang air besar yang tidak teratur, dan rasa sakit di perut.

Sindrom iritasi usus besar (IBS) ini dikelompokkan sebagai gangguan fungsional, karena penyakit ini merusak aktivitas normal tubuh dan fungsi-fungsi yang terkait, seperti gerakan usus, sensitivitas saraf usus, ataupun kerja dari otak yang mengendalikan fungsi-fungsi tersebut. Meskipun fungsi normalnya mengalami gangguan, biasanya abnormalitas dalam struktur tidak terjadi sebagaimana dideteksi melalui endoskopi, ultrasonografi (USG), radiasi sinar-X, ataupun tes darah. Oleh karena itu, dokter biasanya mendiagnosis IBS setelah melakukan sejumlah pengujian dan tidak dapat menentukan adanya permasalahan atau penyakit lain yang spesifik dengan pasti.

ibs2.jpg

Belum ada satu faktor tunggalpun yang berhasil diidentifikasi sebagai penyebab IBS. Pada beberapa pasien IBS, saluran pencernaan dari penderita, khususnya yang sensitif terhadap rangsangan, dapat terasa tidak nyaman karena adanya gas usus atau kontraksi, yang bagi orang lain bukan merupakan gangguan. Meskipun perubahan gerakan usus besar yang terjadi pada penderita IBS dapat terlihat berhubungan dengan kontraksi usus yang abnormal, tidak semua penderita IBS mengalami kontraksi abnormal tersebut, sehingga kontraksi abnormal bukanlah gejala yang menentukan. Sejumlah faktor emosional (stres, gelisah, depresi, dan ketakutan), makanan, obat-obatan, hormon, atau penyebab iritasi dapat memicu atau memperburuk gejala-gejala IBS.

 

Sebagai gangguan paling umum yang didiagnosis oleh dokter ahli saluran pencernaan, IBS dialami oleh sekitar 10 hingga 15 persen dari populasi, dan umumnya mulai muncul di usia remaja hingga 20-an. Rasa tidak enak akibat IBS muncul berulang kali sepanjang periode yang tidak teratur, namun biasanya dialami saat seseorang sedang tersadar dan jarang membuat seseorang terjaga dari tidurnya. Dan kebanyakan orang yang menderita IBS secara umum terlihat sehat-sehat saja.

 

Beberapa gejala umum dari IBS adalah sebagai berikut:

  • Sakit perut yang berhubungan dengan proses buang air besar (yang mungkin membaik setelahnya),
  • Perubahan pada frekuensi buang air besar dan konsistensinya,
  • Adanya rasa kembung, mual, nyeri, kram di daerah perut bagian bawah, serta
  • Sering mengalami kelelahan, depresi, gelisah, dan sulit konsentrasi.

 

IBS bisa juga muncul setelah seseorang mengalami gangguan saluran pencernaan lain, misalnya radang usus buntu, batu empedu, borok, dan kanker di bagian perut—khususnya apabila usianya telah melebihi 40 tahun. IBS, meskipun menimbulkan gejala-gejala yang relatif sama dengan sejumlah gangguan perut lainnya, seperti penyakit Crohn, kolitis, gastroenteritis, dan kanker usus, merupakan kondisi yang sama sekali berbeda, dan tentu saja harus ditangani secara berbeda pula.

healthy2.jpgPengobatan untuk IBS berbeda dari orang ke orang, bergantung pada kondisi dan kecocokan penanganan dengan penderitanya. Makanan atau faktor stres tertentu yang telah diketahui menimbulkan gejala IBS yang kuat pada penderita haruslah sedapat mungkin dihindari.

Bagi mereka yang mengalami sembelit sebagai akibat dari IBS, aktivitas fisik secara teratur akan membantu menjaga fungsi saluran pencernaan sedekat mungkin dengan kondisi normal. Sejumlah pengobatan, sekaligus juga yang bersifat tradisional dan herbal, dapat digunakan untuk meringankan gejala-gejala IBS. Yoga, meditasi, dan akupunktur juga dipercaya membantu menghasilkan efek-efek positif bagi penderita IBS.

Akan tetapi, yang terpenting bagi kebanyakan penderita IBS adalah menjaga pola makan. Dengan makan teratur dalam jumlah yang sedikit tetapi lebih sering, dibandingkan makan dua atau tiga kali sehari dengan porsi besar, penderita IBS dapat lebih baik menanggulangi gejala-gejala IBS yang mungkin muncul. Hidup dengan IBS memang tidak mudah, tetapi banyak cara dapat ditempuh untuk meringankan gejalanya. Dengan pola hidup yang teratur, olahraga cukup, dan diet yang sesuai, niscaya gangguan IBS dapat dikendalikan hingga dampaknya minimal.


 

 

 

 

SidoMuncul Sari Kunyit